Parenting dan Anak
Parents, Mari Kenali Perkembangan Otak Anak Usia 1 – 2 Tahun

Parents, Mari Kenali Perkembangan  Otak Anak Usia 1 – 2 Tahun
Bagi orang tua memerhatikan tumbuh kembang anak adalah aktivitas sehari-hari. Jika melihat si kecil mampu melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan, hati orang tua terasa bahagia. Tapi, apakah perkembangannya itu sesuai dengan usianya? Yuk, kenali perkembangan otak anak di usia 1 sampai 2 tahun, agar paham perkembangan sang buah hati.

Anak di bawah usia 5 tahun memiliki tahapan perkembangan otak yang berbeda sesuai usianya. Masa itu disebut masa keemasan anak (golden age). Masa di mana orang tua perlu memberikan asupan nutrisi dan stimulus (rangsangan) yang sesuai usia. Harapannya agar anak tumbuh sehat dan belajar hal yang dibutuhkan di masa depan.
 
Coba perhatikan kemampuan bahasa anak yang meningkat. Biasanya di usia 1-2 tahun, dia bisa mengucapkan kata sederhana seperti, “Ma” atau “Pa”. Hal ini disebabkan kemampuan memori anak yang berkembang pesat. Sehingga mampu mengingat kata yang didengarnya.
 
Memori di otak anak sanggup melakukan berbagai hal. Seperti mengenali bahasa dan konsep waktu, memahami perintah, memecahkan masalah, mengingat fungsi benda di sekitar, dan meningkatnya rasa ingin tahu anak. Dia mengingat semua hal tersebut dengan cara mendengarkan, melihat dan menyentuh.
 
Selain fisiknya, kemampuan anak dari segi kognitif, sosial dan emosional pun meningkat. Contohnya pada segi kognitif, anak akan senang melihat buku bergambar, bermain mencari benda yang tersembunyi di buku cerita atau benda di rumah, mulai mengerti bentuk yang sederhana ketika ditunjukkan.
 
Dari segi perkembangan bahasa atau berkomunikasi, anak mampu mengikuti instruksi sederhana, menyimak ketika orang lain berbicara padanya, dan bisa menunjukkan bagian tubuh mereka saat ditanya. Anak mulai terbuka dan tak takut ketika bertemu orang baru.
 
Jangan heran jika dia cenderung ingin mencoba segala hal sendiri, tanpa dibantu orang tua atau pengasuhnya. Sisi ingin tahu anak bertambah pula. Hal ini ditunjukkan dari ketertarikan anak pada hal baru di sekelilingnya.
 
Maka orang tua perlu ekstra pengawasan di usia ini, karena anak senang mengeksplorasi segala hal. Apalagi ditunjang dengan fisik mereka yang berkembang pesat. Seperti mampu merangkak dengan cepat, mengangkat badannya sendiri, berdiri berpegangan pada kursi atau meja, membuka beberapa bagian baju, memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.
 
Nah, orang tua tidak usah khawatir berlebihan. Jika ditunjang dengan media dan sarana yang tepat, kemampuan anak dapat meningkat pesat. Sesuai bakat dan naluri yang diciptakan oleh Allah SWT di usianya tersebut.
 
Namun, ada cara tepat agar perkembangan otak anak optimal yaitu mengenalkannya pada bahan bacaan dan permainan yang sesuai usianya. Buku bacaan, permainan atau media yang disesuaikan dengan metode neurosains menurut para ahli sanggup menstimulasi otak anak.
 
Tugas orang tua untuk memilih media yang tepat bagi perkembangan buah hati mereka. Sehingga kelak, anak tumbuh menjadi pribadi dengan otak cerdas dan mulia pula akhlaknya.








Parenting dan Anak Lainnya
Istri yang Taat Suami Dijamin Surga
Istri yang Taat Suami Dijamin Surga
Senin, 22 Februari 2016 16:40 WIB
Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga. Ini menunjukkan kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya.
Kumpulan Doa Pilihan Agar Istiqomah di tahun 2017
Kumpulan Doa Pilihan Agar Istiqomah di tahun 2017
Selasa, 03 Januari 2017 15:18 WIB
Ayah Bunda, setelah kita membuat target-target di tahun 2017, ada baiknya target tersebut dibantu oleh doa doa kita. Doa mampu mengistiqomahkan ikhtiar kita dalam menjalani target-target di tahun 2017. Berikut adalah do'a-do'a yang shahih dari Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wassallam.
11 Manfaat Pisang yang Jarang Orang Sadari
11 Manfaat Pisang yang Jarang Orang Sadari
Selasa, 20 Desember 2016 04:20 WIB
Pisang adalah salah satu jenis buah-buahan tropis yang tak pernah hilang di pasaran. Negeri kita kaya dengan jenis pisang, yang tak pernah membosankan untuk dikonsumsi, baik dimakan langsung atau dalam bentuk olahan. Pisang merupakan salah satu makanan yang kaya dengan vitamin dan mineral, sehingga makan pisang secara teratur dapat meningkatkan kesehatan tubuh kita.
Negeri Para Ayah: "Bagaimana Cara Menjadi Ayah?"
Negeri Para Ayah: "Bagaimana Cara Menjadi Ayah?"
Selasa, 07 November 2017 10:46 WIB
Bagaimana Menjadi AYAH? Lho, kok bagaimana menjadi ayah? Memangnya saya bukan seorang Ayah? Saya sudah punya anak lho! Berarti saya seorang ayah! Dalam bahasa kita, bahkan bahasa daerah kita, kita mengenal berbagai sebutan untuk Ayah. Ada Rama/Romo, Abi, Abuya, Abah, Bapak, Papa, Baba. Apih, Papih, Bapa/bopo, dan mungkin masih banyak lagi. Tapi semua sebutan itu bermakna sama saja, yaitu menyebut tentang sosok laki-laki yang memiliki anak, atau juga tidak memiliki anak tetapi sudah cukup berumur, sehingga dipanggil seperti itu.

Perlu Bantuan?

Hai, Saya Arifunasiin Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya